Dan Negeriku mulai lelah menanggung beban
hingga akhirnya ia sakit dengan luka menganga di sana sini
tapi mereka yang hidup tak jua mau peduli akan perihnya
tapi mereka yang hidup tak jua mau mengobati lukanya
Negeriku sudah berat menanggung beban
dan Ia mengatakan padaku…
"Tubuhku sudah tua, ringkih dengan kerut & gigi ompong di sana sini
dalam ejawantah nyanyian burung gagak yang hampir serak
dalam nyata tarian dedaunan yang tak lagi seirama"
tapi mereka yang hidup tetap tak mau mendengar penatnya
tapi mereka yang hidup sudah tak mampu melihat peluhnya
Mungkin karena itu ia harus mengurangi bebannya
yang dengan lara masih jua ia persembahkan bagi mereka yang hidup
agar tak berdesakan di atas tubuh ringkihnya
agar oksigen tetap terbagi rata dalam tiap tarikan napas
masih untuk para yang hidup!!!
"Jadi bukan karena Tuhan telah menurunkan azab murka
hingga aku harus berbuat seperti ini.." kata negeriku itu
"tapi mereka yang hidup sudah keterlaluan dalam bersikap
mereka mengambil tulangku…gigiku…otakku..jantungku…paru-paruku
tapi mereka yang hidup telah melangkah terlalu jauh
tanpa peduli pada dosa…pada salah…pada luka…pada airmata
tapi mereka yang hidup telah lupa
pada siapa yang menciptakanku dan yang memberi hidup pada mereka"
Dengan Perlahan Negeriku masih berbisik…" Akan seperti apa Aku sampai tiba Waktu Sangkakala dibunyikan?"
Dan Aku Menangis…Meratapi Negeriku!!!