KeSAbAraN TaNpA BaTAs
August 8, 2006 by megawatis
Setiap orang pasti pernah mengalami rasa sedih, susah, marah, jengkel, bete, pengen nangis, pengen teriak, boring, mengeluh dan sejenisnya lah dalam menjalani tiap-tiap detik dari hidup ini, Aaarrrgghh…rasanya aku paling sering mengalami hal-hal seperti diatas L, sepertinya tidak bersyukur ya dalam menghadapi kenyataan hidup ( kerjaannya ngeluhhhhhh melulu fuuuiiihh…). Apa sih yang bisa dibanggakan dengan sikap seperti ini, NOTHING, GAK ADA, CENGENG….!!! ( this is the way i feel hehehehe L )
Kita mungkin bisa bercerita tentang apa yang dirasakan kepada teman, sahabat, pacar, saudara atau orang tua…tapi jika isinya hanya keluh kesah tentang hidup…kita hanya akan menulari mereka dengan sikap bosan atau jenuh tentang cerita kita atau yang lebih parah lagi mungkin mereka akan jengkel setelah beribu macam saran dan nasehatnya hanya menjadi angin lalu ditelinga dan kita kembali mengeluh dan lagi dan lagi, and it’s means they will leave you alone atau juga merupakan ujian kesabaran bagi mereka ya hehehe…NAH!!!
…….
“Kesabaran itu harusnya tak berbatas”…itu yang dikatakan seorang sahabat kepadaku saat aku mulai ”LAGI” mengeluh tentang rutinitas kerja di kantor yang rasanya semakin hari semakin menjemukan atau saat aku mengeluh kepadanya mengapa ada orang yang tak suka melihat orang lain bahagia. Sebaris kalimat sederhana tapi paling kuingat diantara sekian banyak kata bijak dan cerita tentang hidup yang disodorkan kepadaku (thanks prend i’ll never forget, trying to keep it in my mind J). AND NOW, everytime i get something that i feel hard in my life, aku kembali pada KESABARAN YANG TAK BERBATAS, Tidak hanya menghindari kebosanan sahabatku mendengarkan keluh kesahku yang tiada henti ( walau aku yakin takkan dilakukannya J), lebih pada aku yang harus mulai untuk belajar BERSABAR to make me survive!!!
Tentang Kesabaran
Sabda Rasulullah : ”sesungguhnya kesabaran itu ada pada benturan yang pertama”.
Saat ini aku sering berpikir Lagi tentang ”KESABARAN”… kesabaran yang tetap memerlukan suatu proses, kesabaran yang harusnya tumbuh seiring waktu, tumbuh seiring pengalaman tentang hidup dan tumbuh seiring kemampuan untuk bisa mengalahkan ego yang terus saja merajai diri… it’s maybe the hardest things to do, but I’m sure that we can do if we want, RIGHT?!!. Setiap hari adalah pembelajaran tentang kesabaran…kesabaran menghadapi tugas-tugas kantor yang menumpuk, kesabaran menghadapi rekan-rekan kantor dengan beraneka ragam karakter, tentang loading internet yang sering error, menghadapi tetangga yang rese’ atau kesabaran mengantri di depan atm jika musim gajian tiba hahaha….
DAN…kesabaran yang paling diuji adalah perginya Ayah/Bunda tercinta kembali menghadap ”SANG PEMILIK” diri sesungguhnya ( ujian kesabaran terberat yang pernah aku rasakan dalam hidup ini tapi bagaimanapun life must go on kan?!! ).
Sebenarnya ada banyak kisah yang menggelitik tentang ujian kesabaran, salah satunya saat kutanya seorang teman tentang ujian kesabaran yang pernah atau yang sekarang ini dihadapi maka jawabnya adalah ”Banyak, tapi yang paling menguji kesabaran saat ini adalah menanti jodoh ditengah-tengah usia yang semakin bertambah dari tahun ketahun… J,” (Don’t worry About it..Coz you’re not alone prend, so do I heheheheh)
Mungkin ujian kesabaran itu berbeda dalam diri tiap-tiap orang karena kehidupan yang dijalani tentu berbeda dan cara untuk bersikap sabar pun pasti berbeda. Meskipun begitu beragam, kesabaran itu harusnya lekat dengan kita (meski aku juga masih dalam proses untuk belajar sabar J, lately better than not at all!), karena kesabaran bukan hanya menghindarkan perselisihan tapi juga dapat mengantarkan hal-hal terbaik pada diri kita.
TANPA BATAS…
”sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan” (QS. Al-Baqarah : 286 ).
Bahkan firman 4JJI di ataspun menjanjikan tentang datangnya kemudahan setelah kesulitan, hal ini berarti hidup ini tak hanya melulu keluh kesah kan? Tak hanya penderitaan dan kesedihan berkepanjangan…karena itu harusnya kita memiliki kesabaran yang tanpa batas! Bukankah semakin berat masalah yang mengungkung maka jalan keluarpun akan segera tampak? Seperti malam bila semakin pekat menandakan mentari yang akan muncul dengan sinar pagi yang luar biasa indahnya J?
Ujian kesabaran seperti emosi yang tanpa kekang hanya akan melelahkan raga, menyakitkan jiwa dan meresahkan diri dan orang lain hingga berujung pada penyesalan yang tiada akhir…karena marah, sedih, jengkel, putus asa, keluh kesah takkan mampu menyelesaikan apa-apa, jua takkan mengembalikan yang telah hilang!!!
Kesabaran itu harusnya memang tanpa batas, karena ujian kesabaran itu pasti ada dalam tiap langkah kaki kita. Ujian kesabaran itu jika boleh menyebutnya adalah bagaimana menguasai perasaan dan sikap diri dalam setiap peristiwa kehidupan…Tanpa Batas adalah karena kita tak pernah tahu apa yang akan kita alami setahun, sebulan, sehari bahkan sedetik ke depan dalam hidup ini.
Kesabaran akan mampu mengantarkan kita berdiri seimbang ditengah hempasan penderitaan kehidupan, mengantarkan kita sebagai sejatinya pemenang dalam pertarungan yang maha dasyat dengan ego dan nafsu diri, menjadi sosok yang selalu memberi damai dengan senyum yang merekah berbunga J…Hingga pada akhirnya KESABARAN TANPA BATAS akan mampu mengantarkan kita pada hakikat keteguhan keyakinan dan keikhlasan yang semakin dalam!!!
Aku kembali membuka kumpulan kata bijak yang biasa dikirimkan sahabat kepadaku beberapa waktu yang lalu, ” Kebahagiaan datang jika kita berhenti mengeluh tentang kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, dan mengucapkan terima kasih atas kesulitan-kesulitan yang tidak menimpa kita”.
Jadi…
Kenapa kita tidak belajar berSabar saat merasa jengkel dengan tugas kantor yang terus membanjir, bersabar ketika bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja, bersabar untuk tidak mengeluh tentang jodoh yang tak kunjung datang J, bersabar saat jauh dari orang-orang tercinta, Bersabar saat merasa terpuruk karena tak seorangpun peduli dan bersabar saat ingin berteriak marah ketika kenyataan tak seindah harapan?!!
KESABARAN harusnya memang TAK BERBATAS…agar mampu mengantarkan kita menjadi orang yang penuh rasa syukur, menguasai emosi, mengendalikan akal dan akhirnya mampu untuk mengantarkan kita pada kebenaran yang sesungguhnya!!!
Harusnya kita merenungkan lagi barisan kalimah suci berikut ini :
”Maka Nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13).
- Haruei03/08/06 -
(Bukan untuk menggurui, hanya kembali mengingatkan diriku yang rasanya tak pernah lepas dari keluh kesah tentang ujian kesabran yang tiada pernah ada habisnya…J )
dah bisa jadi penulis neeh kayanya.
SMANGATTTT!!!!!!
keep trying aja